Gigi Kamu Lepas Sendiri Inilah Sebab dan Cara Menanganinya
pexels.com

Gigi Kamu Lepas Sendiri? Inilah Sebab dan Cara Menanganinya

Gigi lepas adalah terlepasnya gigi dari soket tempatnya tertanam. Jika gigi susunya sudah hilang, masih bisa diganti dengan gigi permanen, jadi tidak berakhir gigi ompong. Namun, jika gigi yang hilang adalah gigi permanen, tidak ada penggantian gigi selain menggunakan gigi palsu.

Artikel lain yang cukup menarik untuk kamu simak adalah  Cara Mudah Membuat Hand Sanitizer Sendiri Sesuai Rekomendasi WHO

Ada berbagai penyebab gigi lepas, mulai dari penyebab alami, penyakit, cedera atau benturan. Ketika gigi Kamu terlepas dari soketnya, itu harus segera dirawat. Dalam beberapa kasus, gigi yang lepas dapat dimasukkan kembali ke dalam soket.

Penyebab Gigi Lepas

Ada berbagai macam penyebab gigi lepas, berikut ini penjelasan yang kami kutip dari sehatq.com.

  • Penyebab Alami

Ketika anak mencapai usia tertentu, gigi susu secara alami akan lepas dengan sendirinya. Setiap jenis gigi sudah memiliki jadwal rontoknya sendiri. Misalnya, gigi seri biasanya lepas pada usia 6-7 tahun, sedangkan gigi susu taring baru rontok pada usia sekitar 12 tahun.

Artikel lain yang cukup menarik untuk kamu simak adalah  7 Manfaat Minyak Urang Aring yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Membeli

Biasanya gigi susu yang lepas akan digantikan oleh gigi permanen yang benihnya telah tertanam di gusi sejak bayi. Namun, beberapa orang tidak memiliki gigi permanen. Kondisi ini disebut agenesis.

  • Karena Komplikasi Penyakit

Penyakit paling umum yang dapat menyebabkan gigi lepas adalah periodontitis, atau peradangan pada jaringan penyangga gigi. Ini terjadi karena adanya infeksi bakteri diakibatkan karang gigi yang menumpuk dan tidak pernah dibersihkan.

Artikel lain yang cukup menarik untuk kamu simak adalah  6 Jenis Olahraga yang Membantumu Tidur Lebih Berkualitas

Ketika seseorang menderita periodontitis, gusi hingga tulang yang merupakan tempat menopang gigi akan rusak sehingga lama kelamaan menyusut dan menyebabkan gigi kehilangan cengkeramannya hingga gigi goyah dan lepas.

Selain periodontitis, penyakit seperti diabetes juga bisa memicu goyangnya gigi dan rontok secara spontan.

  • Cedera atau Benturan

Gigi yang mengalami dislokasi akibat benturan atau cedera dikenal sebagai avulsi gigi. Pukulan keras menghilangkan perlekatan gigi di soket, sehingga akan lepas dengan sendirinya. Gigi mungkin rontok utuh atau sedikit patah atau bahkan hancur.

Artikel lain yang cukup menarik untuk kamu simak adalah  Tanpa Aplikasi PeduliLindungi, Begini Cara Cek dan Download Sertifikat Vaksin

Bagaimana Cara Penanganannya?

Jika gigi yang hilang adalah gigi sulung, tidak diperlukan perawatan lebih lanjut kecuali gigi tersebut lepas lebih awal.

Jika hal ini terjadi pada si kecil, sebaiknya konsultasikan ke dokter gigi untuk tindakan lebih lanjut, karena jika gigi susu lebih cepat rontok, dapat mengganggu gigi tetap di kemudian hari.

Artikel lain yang cukup menarik untuk kamu simak adalah  6 Jenis Olahraga yang Membantumu Tidur Lebih Berkualitas

Sementara itu, langkah-langkah berikut harus diambil untuk gigi yang telah dipindahkan karena alasan lain:

1. Temukan dan Bersihkan Gigi yang Hilang

Saat gigi lepas, segera cabut gigi tersebut dari permukaan benda yang terkena. Kamu hanya boleh memegang gigi di bagian mahkota.

Artikel lain yang cukup menarik untuk kamu simak adalah  Cara Mudah Membuat Hand Sanitizer Sendiri Sesuai Rekomendasi WHO

Hindari rooting gigi karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan sehingga gigi tidak dapat menempel kembali pada gusi setelah ditanamkan.

Jika gigi kotor karena kotoran atau debu, cucilah sebentar dengan air (tidak lebih dari 10 detik)

2. Masukkan Kembali Gigi ke Soketnya

Kemudian, jika memungkinkan, kembalikan gigi ke posisi semula dan tahan dengan lidah Kamu agar gigi tidak rontok lagi. Segera ke dokter gigi untuk penanganan lebih lanjut.

Artikel lain yang cukup menarik untuk kamu simak adalah  Persiapan Pra-kehamilan dan Makanan untuk Mempercepat Hamil yang Perlu Anda Coba

Jika gigi tidak dapat dikembalikan ke posisi semula, tempatkan gigi dalam wadah yang diisi dengan susu atau air liur Kamu sendiri.

Ini harus dirawat sesegera mungkin (idealnya kurang dari 30 menit setelah gigi lepas) sebelum gigi dapat dimasukkan kembali ke dalam soket.

Artikel lain yang cukup menarik untuk kamu simak adalah  7 Manfaat Minyak Urang Aring yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Membeli

Jika gigi keluar dari mulut selama lebih dari 30 menit, kerusakan ligamen periodontal hampir pasti terjadi dan kemungkinan besar akan terjadi resorpsi.

3. Perawatan Lebih Lanjut

Setelah gigi berhasil dimasukkan kembali ke dalam soketnya, dokter dapat melakukan perawatan splinting, yaitu merekatkan gigi yang telah ditanam dengan kawat atau serat khusus (fiber) yang diikat pada gigi sampingnya yang masih kuat cengkeramannya.

Artikel lain yang cukup menarik untuk kamu simak adalah  Persiapan Pra-kehamilan dan Makanan untuk Mempercepat Hamil yang Perlu Anda Coba

Splint biasanya dilepas setelah 10 hari. Selanjutnya, dokter akan memeriksa kembali apakah gigi yang ditanamkan goyang dan apakah gigi tersebut masih hidup (tes vitalitas).

Jika ditentukan dari tes vitalitas bahwa gigi tersebut masih hidup, maka implantasi gigi dianggap berhasil. Idealnya, rontgen gigi dapat dievaluasi pada bulan pertama, ketiga, dan keenam.

Artikel lain yang cukup menarik untuk kamu simak adalah  Tanpa Aplikasi PeduliLindungi, Begini Cara Cek dan Download Sertifikat Vaksin

Jika ada tanda proses peradangan, dapat dihentikan dengan perawatan saluran akar (PSA).

Jika gigi tidak dapat bertahan setelah 10 hari, hampir tidak mungkin untuk membentuk pembuluh darah baru, sehingga perawatan saluran akar dan evaluasi sinar-X diperlukan.

Perhatikan bahwa tidak semua gigi yang lepas dapat ditanam kembali ke dalam gusi. Penanganan selanjutnya yang dapat dilakukan pada kasus tersebut adalah dengan membuat prostesis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.